MRT Jakarta

Kini Indonesia Punya MRT, Transportasi Unggul Untuk Kemajuan Negeri

Diposting pada

EdiSutanto.com – MRT adalah kepanjangan dari Mass Rapid Transit (B. Inggris) dan Moda Raya Terpadu (B. Indonesia). MRT adalah alat transportasi cepat yang berada di daratan dengan bantuan rel untuk menopang roda dan memiliki mesin dengan teknologi terkini untuk menjalankan rangkaian gerbong seperti halnya Kereta Api.

MRT mempunyai keunggulan yaitu mengatasi kemacetan kota, membuang momok transportasi yang tidak aman serta MRT dibangun untuk kenyamanan didalam perjalanan. Dibekali teknologi modern dan canggih, MRT hadir untuk fasilitas publik yang mengedepankan transportasi unggul untuk kemajuan negeri dan kepuasan bagi masyarakat.

Kehandalan sistem MRT yang membuat alat transportasi ini dipakai diberbagai negara maju didunia, seperti:

  • Paris Metro, merupakan salah satu sistem metro terpadat di dunia, Paris memiliki 301 stasiun dengan jalur kereta sepanjang 133 mil di bawah tanah.
  • Mexico City Metro merupakan sistem metro terbesar kedua di Amerika Utara setelah New York City dengan 195 stasiun  yang memiliki jalur sepanjang 140 mil.
  • Meskipun Madrid hanya merupakan kota terpadat ke-50 di dunia, metro-nya adalah yang terpanjang ke-6 dengan trek 182 mil yang dikelilingi oleh 300 stasiun.
  • Underground Moscow merupakan sistem transit tercepat tersibuk ketiga di dunia. Moscow Metro memiliki 186 stasiun yang dan memiliki jalur kereta sepanjang 192 mil.
  • Short untuk Schnellbahn atau kereta cepat Berlin S-Bahn memiliki 166 stasiun dengan panjang jalur 206 mil.
  • New York City subway memiliki jalur sepanjang 209 mil.
  • Beijing Subway sekarang memiliki 218 stasiun dengan jalur sepanjang 231 mil.
  • Seoul Korea Metropolitan Subway merupakan metro yang paling banyak digunakan di dunia, setiap hari hampir 8 juta orang menggunakan stasiun yang memiliki 314 stasiun dengan jalur sejauh 242 mil.
  • Sebagai sistem metro tertua di dunia, London Underground memiliki nuansa jadul, London menggunakan suasana tahun 1863 untuk London Underground. Stasiun ini melayani 270 stasiun dengan jarak tempuh lebih dari 250 mil.
  • Shanghai Metro dibuka pada tahun 1995 ini merupakan salah satu sistem transit tercepat di dunia. Meskipun hanya memiliki 285 stasiun yang mencakup jalur sejauh 350 mil yang lebih banyak daripada sistem metro lainnya di dunia.
  • MRT Jakarta, meskipun pengorasiannya baru dilakukan ditahun 2019 ini namun antusiasme masyarakat terutama warga Jakarta sangat senang. MRT Jakarta sudah beroperasi di 13 stasiun dengan panjang rute kurang lebih 16 kilometer dari stasiun Lebak Bulus sampai Bundaran Hotel Indonesia, tahap pembangunan Fase 1.

Kini Indonesia Punya MRT, Transportasi Unggul Untuk Kemajuan Negeri

Pembangunan MRT Jakarta

Proyek MRT Jakarta

MRT sebenarnya sudah direncanakan pembangunannya di Indonesia sejak tahun 1985. Namun saat itu, proyek tersebut belum dinyatakan sebagai proyek nasional. Sampai pada tahun 2005 kemudian proyek MRT diperjelas dengan dinyatakan oleh Presiden Republik Indonesia sebagai proyek nasional. Dengan pernyataan Presiden tersebut kemudian proyek MRT mulai serius digarap kembali.

Pemerintah Pusat yang diketuai oleh Kementerian Perhubungan Rebulik Indonesia dan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta kemudian berbagi tugas , sampai dengan pencarian dana untuk pembangunan proyek MRT yang super besar ini. Kemudian pencarian dana disambut oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan pinjaman.

Pembangunan MRT dibiayai oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Jakarta serta mendapat bantuan dari Pemerintah Jepang dengan bentuk pinjaman kepada Pemerintah Indonesia sebesar ¥125,237,000,000,-.

Setelah pendanaan untuk pembangunan MRT diperoleh, kemudian terbentuklah PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT Jakarta) yang berdiri pada tanggal 17 Juni 2008, berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan mayoritas saham dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (struktur kepemilikan: Pemprov DKI Jakarta 99.98%, PD Pasar Jaya 0.02%)​.

PT MRT Jakarta memiliki ruang lingkup kegiatan di antaranya untuk pengusahaan dan pembangunan prasarana dan sarana MRT, pengoperasian dan perawatan (operation and maintenance/O&M) prasarana dan sarana MRT, serta pengembangan dan pengelolaan properti/bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya, serta Depo dan kawasan sekitarnya.

Pembangunan konstruksi Fase 1 proyek kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo, yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta.

Pada koridor 1 ini, telah dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah. 7 stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Depo akan berada di kawasan Stasiun Lebak Bulus. Sedangkan 6 stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

Untuk meminimalisir dampak pembangunan fisik Fase I, selain menggandeng konsultan manajemen lalu lintas, PT MRT Jakarta juga memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Pengoperasian Fase I akan dimulai pada tahun 2019. Pembangunan jalur MRT Fase I akan menjadi awal sejarah pengembangan jaringan terpadu dari sistem MRT yang merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta pada masa yang akan datang. Pengembangan selanjutnya meneruskan jalur Sudirman menuju Ancol (disebut jalur Utara-Selatan) serta pengembangan jalur Timur-Barat.

Rute MRT Jakarta

5 tahun pembangunannya sampai 2019 akhirnya MRT Jakarta berhasil dioperasikan pada tahap 1 ini. Tepatnya di tanggal 12-23 maret 2019 uji coba MRT Jakarta telah dilakukan untuk publik secara gratis. Masyarakat antusias dan senang ingin menggunakan dan menjajal MRT Jakarta. Tentu sebelum MRT Jakarta di uji cobakan kemasyarakat, seluruh sistem dari MRT sudah di uji secara menyeluruh dan bekerja dengan baik.

Pada tanggal 19 Maret 2019 Presiden Joko Widodo mengajak sejumlah Menteri dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencoba MRT Jakarta sebelum peresmian MRT Jakarta digelar. Pada tanggal 24 Maret 2019 resmi Presiden RI Bapak Joko Widodo meresmikan alat transportasi masal MRT Jakarta layak beroperasi secara komersil.

Kesuksesan proyek MRT Jakarta adalah kerja keras dari seluruh lembaga terkait, dari support penuh Presiden RI, Pemerintah Pusat terutama support Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub On Media Sosial), Pemprov DKI Jakarta, PT MRT Jakarta dan lembaga lainnya yang terkait.

Fasilitas yang ada di MRT Jakarta

MRT Jakarta memiliki fasilitas stasiun dan kereta yang modern dan mumpuni. Demi terciptanya kehandalan suatu transportasi masa kini, keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan serta kemudahan dalam menggunakan MRT.

Fasilitas MRT Jakarta meliputi:

Mesin Tiket Otomatis MRT Jakarta

1. Mesin Tiket Otomatis (Ticket Vending Machine/TVM) dan Mesin Isi Ulang (Top UP Machine). Untuk tiket MRT Jakarta kamu bisa menggunakan Kartu Single Trip atau Multi Trip. Kartu Single Trip adalah kartu tiket kereta MRT yang digunakan untuk sekali perjalanan. Sedangkan Kartu Multi Trip adalah kartu tiket kereta MRT yang dapat digunakan seterusnya selama saldo masih mencukupi.

Cara menggunakan Mesin Tiket Otomatis MRT:

  • Pergi menuju mesin tiket otomatis
  • Sentuh layar untuk memilih jenis transaksi
  • Ikuti petunjuk pada layar
  • Masukkan uang pada tempat yang tersedia sesuai besarnya yang tertera
  • Ambil tiket ( tanda bukti + kembalian)

2. Platform Screen Doors (PSD) adalah partisi pembatas antara area peron penumpang dan jalur rel kereta MRT. Pintu bekerja secara otomatis terbuka dan tertutup ketika pintu kereta juga terbuka dan tertutup. Hal ini membuat keamanan dan kenyamana bagi seluruh pengguna.

3. Pintu Geser Otomatis (Automatic Sliding Doors)

4. Pintu Darurat (Emergency Doors)

5. Pintu khusus Masinis (Drivers Swing Doors)

6. Elevator dan Eskalator untuk kenyamanan dan kemudahan menuju dalam stasiun MRT

7. Integrasi MRT Jakarta dengan Transjakarta (Bundaran HI, Duku Atas, Fatmawati, Lebak Bulus)

Cara Menggunakan MRT Jakarta

  • Penumpang masuk ke stasiun MRT Jakarta
  • Penumpang membeli tiket single trip atau multi trip yang ada pada loket atau lewat mesin tiket otomatis
  • Setelah mempunyai tiket MRT Jakarta, penumpang kemudian menempelkan tiket (Tab In) di gerbang penumpang
  • Penumpang antre dibelakang garis aman dan didalam garis antrian
  • Dahulukan penumpang turun sebelum masuk kedalam kereta MRT
  • Setelah tiba distasiun tujuan, tempelkan kembali tiket Anda (Tab Out) di gerbang penumpang
  • Penumpang MRT diharapkan selalu mematuhi petunjuk dan arahan petugas

Harga Tiket MRT Jakarta

Tarif MRT Jakarta telah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 26 Maret 2019 setelah peresmian di lakukan. Tarifnya adalah sebesar Rp 10.000 per 10 kilometer. Sementara itu, tarif MRT antar stasiun berbeda-beda. Tarif minimumnya sebesar Rp 3.000 sedangkan tarif maksimalnya adalah Rp 14.000.

Tarif Rp 10.000 per 10 km terdiri atas dua bagian. Yang pertama adalah boarding fee sebesar Rp 1.500, sementara Rp 8.500 sisanya merupakan hasil perkalian harga per km Rp 850 dengan jarak 10 km.

Contoh tarif/harga tiket MRT Jakarta:

  • Stasiun Lebak Bulus menuju stasiun Fatmawati : Rp. 4.000,-
  • Stasiun Lebak Bulus menuju stasiun Cipete Raya : Rp. 5.000,-
  • Stasiun Lebak BUlus menuju stasiun Haji Nawi : Rp. 6.000,-

Dan untuk tarif berikutnya terus mengacu kepada perhitungan diatas.

Jam Operasional MRT Jakarta

jam operational MRT Jakarta

Keuntungan Setelah Ada MRT Jakarta

Khususnya warga masyarakat Jakarta menjadi terbantukan dengan adanya alat transportasi masal yang beroperasi di pusat ibu kota. MRT Jakarta meminimalisir kemacetan saat ini yang semakin tinggi, mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang dibekali dengan tingkat keamanan tinggi, kenyamanan dalam perjalanan dan kecepatan hingga tempat tujuan.

MRT Jakarta dapat menjunjung nama baik ibu kota Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan dan juga bangsa Indonesia. Dikarenakan Indonesia dapat membuktikan kepada masyarakat dan dunia bahwa kita bisa mewujudkan mimpi itu semua.

Sekian ulasan tentang MRT Jakarta alat transportasi masa kini yang unggul yang saat ini sudah ada di Indonesia, terima kasih.

credit gambar dan pembahasan : jakartamrt.co.id

6 thoughts on “Kini Indonesia Punya MRT, Transportasi Unggul Untuk Kemajuan Negeri

  1. Semoga ke depannya bisa diwujudkan pada kota-kota lainnya, seperti bogor, solo, malang, blitar, surabaya, banyuwangi dan sebagainya. Dengan begitu pelayanan trasnportasi di Indonesia akan semakin maju dan unggul dari negara lain.

    1. Iya, mungkin karena Jakarta adalah kota tersibuk dan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia jadi pembangunan untuk MRT diutamakan, mudah mudahan tahun-tahun kedepan akan dibangun juga MRT di kota lain di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *