Sejarah Ikan Mujair di Indonesia

Sejarah Ikan Mujair di Indonesia, Sampai Populer!

Diposting pada

EdiSutanto.com – Ikan yang paling mudah Anda temui di pasaran adalah ikan mujair, ikan nila, ikan lele dan ikan kembung. Ikan-ikan tersebut ada di penjual sayur dorong hingga besar. Sementara ikan lain biasanya hanya ada di pasar atau penjual khusus ikan.

Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa ikan mujair sangat populer. Pembudidayaannya sudah ada sebelum ikan nila dan ikan kembung atau ikan lainnya. Yuk kita simak sejarah ikan mujair hingga saat ini.

Sejarah Ikan Mujair di Indonesia, Sampai Populer!

Mbah Moedjair penemu ikan mujair

Ikan mujair pertama kali ditemukan oleh Mbah Moedjair atau Pak Mudjair. Pada tahun 1936, Mudjair yang saat itu adalah pegawai desa dari Desa Papungan, Kanigoro, Blitar pergi ke Teluk Serang di Laut Selatan.

Di daerah tersebut, ia menemukan beberapa jenis ikan yang sebelumnya belum pernah dilihat. Akhirnya, Mudjair memutuskan untuk membawa masing-masing satu ekor dan memeliharanya di kolam halaman rumah. Setelah beberapa waktu, salah satu jenis ikan yang dipelihara berkembang lebih cepat dari yang lain. Bahkan, ikan tersebut dapat bertelur.

Pak Mudjair mulai mempunyai banyak ikan yang dimaksud. Warga desa menjadi sangat tertarik dan ingin ikut memelihara. Berita tersebut sampai ke Schuster, seorang Belanda yang menjadi penyuluh perikanan di Jawa Timur. Dia berkunjung ke daerah pak Mudjair untuk melihat. Schuster kemudian mengidentifikasi bahwa ikan tersebut merupakan jenis Tilapia mossambica. Jenis ikan yang berasal dari Afrika.

Selanjutnya ikan mendapat nama lokal di Indonesia, ikan mudjair atau ikan mujair. Setelah itu, ikan banyak dibudidayakan. Masyarakat menyukainya karena ikan cepat bertelur, cepat besar, dan mudah beradaptasi dengan semua lingkungan. Ikan mujair dapat tumbuh di air kolam hingga rawa-rawa. Ikan juga mempunyai rasa yang cukup lezat ketika dimakan.

Penemuan tersebut membuat Pak Mudjair mendapat penghargaaan dari Pemerintah Hindia Belanda. Dia mendapat santunan Rp6,00 setiap bulan. Hal ini ditulis dalam harian Pedoman edisi 27 Agustus 1951. Saat Indonesia mengalami di bawah penjajahan Jepang, ikan mujair diperkenalkan dan dibudidayakan ke seluruh wilayah.

Akhirnya ketika Indonesia merdeka, Pak Mudjair mendapat penghargaan dari Kementerian Pertanian. Pada masa Orde Baru, bibit ikan mujair disebarkan di pekarangan dan waduk-waduk agar tumbuh dan berkembang pesat.

Saat ini ikan mujair siapa saja tau, artinya ikan ini sudah populer diseluruh wilayah Indonesia. Dan untuk mendapatkannyapun tidak harus kepasar dengan pergi memancing di sungai atau danau pun banyak. Gunakan umpan ikan mujair yang jitu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Itulah sejarah ikan mujair yang terbentuk dari nama seseorang di Kabupaten Blitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *