Begini Syarat dan Cara Membuat Surat Kematian

EdiSutanto.com – Jika kerabat / saudara / bahkan orang tua kamu mengalami kematian disuatu hari maka hal yang perlu kamu urus adalah akta / surat kematian. Surat ini penting untuk diterbitkan karena banyak manfaat dan keperluan disuatu saat nanti.

Jangan berfikiran bahwa setelah adanya kematian kemudian urusan selesai pada pemakaman saja, urus juga surat kematiannya agar segala hal yang menyangkut perihal dokumen dan pendataan sensus penduduk clear dan selesai.

Surat Kematian
referensi gambar: hellosehat.com

Manfaat dari membuat Surat Kematian adalah :

  • Mencegah data Almarhum / Almarhumah disalah gunakan
  • Untuk kepentingan data kependudukan
  • Untuk mengurus Ahli Waris
  • Mengurus Pensiunan (bagi pensiunan)
  • Mengurus claim Asuransi
  • Persyaratan untuk melaksanakan perkawinan kembali

Bagaimana? banyak kan manfaat dari adanya surat kematian. Segeralah urus surat ini meskipun ada diatara kamu yang terlupa atau sengaja tidak membuat lantaran dianggap kurang penting.

Baca juga : Syarat dan Cara Membuat Akta Kelahiran (Baru, Telat dan Hilang)

Begini Syarat dan Cara Membuat Surat Kematian (Akta Kematian)

Syarat yang harus dilengkapi ketika hendak mengurus surat keterangan kematian :

  • Surat pengantar RT / RW
  • Surat pengantar dari Desa / Kelurahan
  • KTP dan KK yang bersangkutan (almarhum)
  • Foto kopi KTP 2 orang saksi
  • Surat keterangan kematian dari Dokter, Rumah Sakit, Puskesmas

Catatan: untuk surat keterangan kematian, jika saat meninggal di Rumah Sakit maka surat keterangan kematian bisa kamu urus pada dokter / rumah sakit tersebut. Jika meninggal di rumah kamu bisa meminta surat keterangan kematian pada Puskesmas setempat untuk surat pengganti dari Dokter.

Baca juga : Syarat dan Cara Membuat KK dan KTP Baru

Prosedur Cara Membuat Surat Kematian

  1. Lengkapi semua syarat yang diperlukan diatas
  2. Meminta surat pengantar dari RT dan RW
  3. Surat pengantar dibawa ke Desa / Kelurahan berikut syarat lengkapnya, di Desa diminta mengisi Formulir pembuatan Surat Kematian kemudian diterbitkan Surat Kematian tersebut
  4. Kemudian bawa semua berkas dari Kelurahan untuk diproses pada Kantor Kecamatan
  5. Berkas yang sudah ditanda tangani oleh pihak Kecamatan kemudian dibawa ke Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Despendukcapil) Kabupaten / Kota setempat untuk diproses terkait Akta / Surat Kematian yang diterbitkan.

Sampai disini proses pembuatan dan mengurus Surat Kematian telah selesai dan bisa kamu gunakan sebagai mana mestinya.

Tambahan :

  • Setiap kematian wajib dicatatkan oleh (orang tua/ Suami/ Istri/ Anak atau kuasanya/Ketua RT) kepada Dinas selambat – lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kematian
  • Begitu juga warga Negara Indonesia yang meninggal di luar Negeri, waktu untuk melaporkan adalah 30 (tiga puluh) hari setelah kembali ke Indonesia, dengan melampirkan syarat tambahan sebagai berikut: 1. Sertifikat kematian dari negara dimana kematian terjadi, 2. Paspor Almarhum / almarhumah

Sebarkan artikel ini untuk kerabat / teman kamu agar meraka memahami manfaat bagaimana mengurus Surat Kematian ini, semoga membantu terima kasih.

Referensi tambahan : finansialku.com, http://dispendukcapil.surakarta.go.id

Tinggalkan Balasan