Budidaya Ikan Patin

Budidaya Ikan Patin: Cara Merawat Benih Hingga Ikan Patin Dewasa

Diposting pada

EdiSutanto.comBudidaya ikan patin kini banyak dikembangkan di Indonesia. Pemerintah sendiri melaui lembaga perikanan dan kelompok tani turut membantu dengan program pembimbingan. Seperti halnya ikan air tawar lain, patin termasuk mudah dibudidayakan. Anda cukup mempersiapkan modal untuk membuat kolam, membeli benih, menyiapkan indukan, pakan selama satu periode budidaya, dan perawatan. Selain itu, jangan lupa Anda juga harus menyiapkan mental usaha.

Semua persiapan di atas penting diketahui sebelum Anda mulai budidaya ikan patin. Oleh karena itu, tulisan kali ini saya ingin membahas untuk pemula khusus tentang perawatan ikan patin dewasa dan anak atau mulai dari benih.

Merawat Ikan Patin Mulai dari Benih Saat Budidaya

Kali ini Anda dianggap sudah membeli benih ikan patin yang berkualitas. Ciri benih ikan patin yang bagus adalah yang mempunyai ukuran hampir seragam, warna yang sama, dan bergerak gesit. Setelah itu lakukan penyebaran benih dan perawatannya, seperti di bawah ini.

  • Perhatikan kepadatan benih ikan patin yang akan disebar. Misalkan, benih ikan yang bobotnya sudah mencapai 100 gram maka sebaiknya disebarkan dengan hitungan 1 ekor per meter persegi. Ini dimaksudkan agar ikan tumbuh optimal. Benih ikan patin yang terlalu banyak disebar dalam kolam akan menyebabkan pertubuhannya terhambat.
  • Sebelum ditebar, letakkan benih dalam wadah kecil selama beberapa jam dengan air yang berasal dari kolam agar dapat beradaptasi.
  • Benih disebarkan pada saat matahari sedang teduh. Biasanya petani menyebarkannya pada pagi atau sore hari.
  • Pakan bagi ikan yang dibudidayakan bukan sekedar untuk hidup tetapi juga uintuk pertumbuhan. Jumlah pakan yang diberikan sesuai dengan umur dan ukuran tubuh patin. Perbandingan pemberian pakan antara ikan kecil dan dewasa harus lebih besar. Mengapa? Karena ikan kecil masih dalam pertumbuhan dan Anda pasti berharap ikan ini sehat dan tumbuh besar lebih cepat.
  • Patin termasuk ikan omnivora sehingga umumnya pakan berupa ikan-ikan kecil, cacing, detritus, biji – bijian, artemia, udang kecil dan moluska. Yang pasti nilai gizi pakan yang utama; karohidrat, lemak, dan protein harus terdapat di dalamnya.
  • Selanjutnya, pastikan pula bahwa pakan tersebut berbentuk partikel yang dapat ditelan anak ikan patin.
  • Untuk kelangsungan hidup anak ikan patin, Anda juga harus melakukan perawatan pada kolam. Air kolam diganti sekitar 4 sampai 6 bulan sejak pertama kali benih ditebarkan.

Merawat Ikan Patin Dewasa Saat Budidaya

Dalam waktu di atas 4 bulan sejak benih ditebarkan seharusnya patin sudah mulai besar. Usia 6 bulan patin sudah dapat disebut sebagai patin dewasa. Umumnya patin jantan akan lebih cepat tumbuh besar dan dewasa dibandingkan betinya.

Anda tetap harus melakukan perawatan yang sama ketika patin masih kecil. Selain pakan atau umpan ikan patin, kondisi kolam menjadi perhatian utama. Jika warnanya sudah berubah menjadi hijau, Anda berarti harus segera menggantinya agar ikan tidak diserang hama.

Suhu kolam juga harus dijaga antara 28 hingga 30 derajat celcius, pH air sekitar 6.5 hingga 9 dengan optimal 7 hingga 8.5. Tidak hanya itu, Karbondioksida tidak boleh lebih dari 10 ppm, amonia dan asam belerang tidak lebih dari 0.1 ppm serta kesadahan 3 hingga 8 dGH. Karbondioksida yang berlebihan dapat menyebabkan ikan patin kekurangan oksigen dan mati.

Setelah perawatan optimal kapan patin dapat dipanen? Patin biasanya dapat dipanen sekitar usia 12 bulan atau satu tahun. Kamu juga dapat memanennya setelah ikan memenuhi ukuran tertentu. Jadi, ikan yang tumbuh besar dapat lebih dahulu dikelompokkan dan dipanen.

Selamat mencoba untuk usaha berternak ikan patin dan jangan lupa siapkan modal mental usaha untuk memulainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *